08 April 2007

Abu Adang akan benahi Jakarta



Adang Deklarasi Kampanye Benahi Jakarta

Minggu, 08 April 2007 | 10:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 3 ribu massa Partai Keadilan Sejahtera menghadiri acara Deklarasi Kampanye "Ayo Benahi Jakarta" di Lapangan Silang Monas, Jakarta pagi tadi (8/4). Kampanye ini diresmikan oleh calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Adang Dorodjatun, dan pasangannya, Dani Anwar.

Dalam kata sambutannya, Adang menyebutkan banyak sekali yang harus dibenahidi wilayah Jakarta. Seperti masalah banjir, kesehatan masyarakat, dan tingkat pengangguran yang semakin tinggi.Walaupun ia mengaku pejabat sebelumnya sudah melakukan upaya semaksimal mungkin mengatasi hal ini, namun tidak maksimal. "Tidak ada jalan lain membenahi Jakarta selain dengan kampanye ini," kata polisi berbintang tiga ini.

Kampanye ini diisi dengan acara jalan santai, donor darah, dan pembagian hadiah, serta acara hiburan. Sementara peresmian kampanye ditanda dengan pelepasan tiga rangkaian balon oleh Adang dan Dani. Acara ini juga dihadiri oleh Presiden PKS Tiffatul Sembiring, serta elemen pendukung Adang yaitu Jakmania, dan Persatuan Tionghoa Jakarta, serta pendukung Dani yang menyebut dirinya Tenabang Bersatu.

Adang sempat dikoreksi ditertawakan massa PKS karena menyebut nama Tiffatul Sembiring dengan Tiffatul Arifin dalam kata sambutannya. Namun dengan salah tingkah Adang buru-buru mengoreksi ucapannya. "Untuk ngetes kader-kader saja, apa masih inget nama Presidennya atau tidak," katanya sambil tertawa. MUSTAFA MOSES

______________________________

KOMENTAR USIL:

Sie Kanchil e-mail: skanchil@yahoo.co.uk


Bang Adang, benahin Jakarta itu maksudnya diganti jadi metropolitan gurun pasir, terus dari ibukota merambah pedesaan mulai bangun negara Islam ye? Mohon transparansi, bang.


)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

Police discover new Jamaah Islamiyah structure

Ana berseru:
"Masya Allah, sohib-sohib ana bakal ketangkep lagi..."


---------------------------------


Thursday, 05 April, 2007 | 15:08 WIB

TEMPO Interactive, Jakarta: The Indonesian Police headquarters suspects the structure of the Jamaah Islamiyah organization was currently being simplified.

“Because they are being cornered more, they are creating a structure that is more condensed,” said Inspector General Sisno Adi Winoto, spokesperson for the Indonesian Police headquarters, when contacted by Tempo yesterday (04/04).

He cited, in a new structure that police is investigating, the term mantiqi, which existed in the group's structure when bombing Kuta, Bali, in 2002, was no longer mentioned.

The Indonesian Police headquarters has found a structure revision in the Jamaah Islamiyah network.

Currently, the network has military wing division named Syariah or Qoriyah or Askari.

These findings are based on investigations into terrorist suspects who were captured only a short time ago.

The military division is led by Abu Dujana, who is now still on the run.

“Abu Dujana;s task is to collect weapons, ammunition and explosives,” said Sisno.

Under the new structure, Abu Dujana is assisted by a katibah or secretary; a khozin or treasurer; and a majid syariah or majelis idaroh syariah.

Sidney Jones, terrorism observer of the Crisis Group of South-East Asia, acknowledged the alteration.

According to her, the term ishobah has never been referred to in the already uncovered Jamaah structure of 2003.

“However, I do not yet know the function of this ishobah,” she said.

Yesterday, the Indonesian Police headquarters withdrew half of the troops from the Special Detachment 88 as well as the Bomb Task Force.

The troops that were withdrawn were located in Yogyakarta, Central Java and East Java.

“This was done in order to consolidate and carry out intensive interrogation of the suspects,” said Sisno.

The troops are now focused on dismantling the new structure that Jamaah Islamiyah has set up.

MUSLIMA | RADEN R | YOPHIANDI


)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

06 April 2007

KAMMI tidak mendukung Foke sebagai Gubernur DKI Jaya




KLARIFIKASI HUMAS KAMMI PUSAT


*Assalamu'alaikum Wr. Wb.*

Mengingat banyaknya pertanyaan tentang pernyataan akh Fikri Abd. Aziz, Ketua KAMMI Jakarta di harian Rakyat Merdeka hari Selasa 04 April 2007, berikut kami sampaikan penjelasan maksud dari akhina Fikri dan penjelasan kedudukan KAMMI yang sebenarnya.

*Pernyataan Ketua KAMMI Jakarta*

Dalam wawancaranya via telepon dengan wartawan Rakyat Merdeka, Ketua KAMMI Jakarta ditanyakan pendapatnya tentang kepribadian Dr. Fauzi Bowo, salah seorang calon gubernur Jakarta yang didukung Golkar, PDIP, Partai Demokrat dan partai lainnya.

Dr. Fauzi Bowo atau yang biasa dikenal Foke merupakan tokoh umat Islam yang sangat aktif di organisasi PW Nahdhatul Ulama propinsi Jakarta, pejabat publik dan tokoh masyarakat Betawi. Sebagai seorang tokoh yang sangat dihormati masyarakat, beliau memiliki kedudukan yang sangat penting yang layak untuk dihormati. Terlebih beliau adalah calon gubernur Jakarta.

Sebagai Ketua KAMMI Jakarta, ditanyai pendapatnya oleh wartawan tentang kepribadian Dr. Fauzi Bowo. Sebagai seorang muslim yang baik, sekaligus seorang mahasiswa yang sedang belajar menjadi negarawan sejati, akh Fikri menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan penilaian umum tentang kepribadian Fauzi Bowo, bahwa sebagai Ketua NU Jakarta, Fauzi Bowo adalah orang yang religius namun dia pluralis. Tidak mungkin beliau sebagai Ketua Umum KAMMI Jakarta menjelek-jelekkan salah satu calon gubernur di depan wartawan.

Tidak satupun kalimat yang menyebutkan dukungan akh Fikri terhadap Dr. Fauzi Bowo untuk menjadi Gubernur. Munculnya polemik pernyataan ini lebih disebabkan sebagian kita secara akhlak meninggalkan tabayun, secara politis, ada "ketersinggungan politik" karena akh Fikri menyebut hal yang baik tentang salah satu calon gubernur.

*Kedudukan KAMMI dalam Politik Praktis*

KAMMI adalah organisasi independen yang tidak terikat dengan partai politik manapun. KAMMI merupakan organisasi dakwah di tingkatan mahasiswa yang berdiri di semua kelompok umat Islam, apakah dia PKS, Muhammadiyah ataupun Nahdhatul Ulama. Kalaupun disebut KAMMI terikat dengan organisasi tertentu, maka keterikatan itu adalah dengan Lembaga Dakwah Kampus, rahim yang telah melahirkan KAMMI. Dalam hal ini, KAMMI adalah kepanjangan politik dari gerakan dakwah kampus.

Dalam hal pemilihan walikota, bupati, gubernur, presiden ataupun anggota dewan, posisi KAMMI adalah netral dan tidak memihak calon siapapun. Namun sebagai organisasi yang memiliki visi tentang kepemimpinan umat, KAMMI tetap akan selalu bersikap jujur, kritis namun konstruktif kepada setiap calon pemimpin di level manapun.

Terlebih pada kasus pilkada Jakarta, perlu KAMMI jelaskan bahwa KAMMI tidak mendukung secara khusus calon gubernur siapapun, apakah dia Dr. Fauzi Bowo ataupun Jend. (Pol) Adang Daradjatun dan Dani Anwar. KAMMI mendukung semuanya untuk maju dan mempersilahkan warga Jakarta memilih diantara mereka yang terbaik.

*Tuduhan Uang*

Tidak benar bahwa KAMMI menerima uang sepeserpun atas pernyataan ini. Wawancara ini dilakukan via telepon secara mendadak tanpa ada deal apapun sebelumnya. KAMMI tidak pernah menerima uang dari Fauzi Bowo maupun Adang Daradjatun untuk mendukung mereka.

KAMMI tetap menjadi organisasi gerakan mahasiswa yang bersih dan tidak mudah disuap oleh kepentingan politik praktis. Sumber pendanaan KAMMI berasal dari iuran anggota, proyek-proyek sosial dan donatur yang tidak mengikat. Ini adalah tuduhan keji tanpa upaya untuk mengklarifikasi.

*Penutup*

Demikian penjelasan dari Humas KAMMI Pusat. Kondisi politik jakarta yang sedang memanas terkait pemilihan gubernur membuat tensi kita menjadi mudah meledak. Apa yang disampaikan akh Fikri adalah pernyataan pribadi yang biasa di ucapkan dalam keseharian berorganisasi. Pendapat pribadi beliau menjadi polemik hanya karena banyaknya pihak yang ingin menyeret KAMMI Jakarta ke arah politik praktis untuk mendukung salah satu calon.

Mari kita doakan pemimpin kita, Ketua KAMMI Jakarta beserta jajaran pengurusnya dapat menghadapi dinamika politik Jakarta yang sedang memanas dan penuh intrik. Dukung pilkada jakarta yang jujur, adil dan berlangsung dengan damai. Sehingga kelak Jakarta bisa menghasilkan pemimpin yang amanah dan dapat menyelesaikan persoalan Jakarta dengan baik. Jazakumullahu Khoiron Katsir

*Wassalamu'alaikum Wr. Wb.*

Humas KAMMI Pusat

Contact Person
Yusuf Caesar (081326814242)

website: www.kammi.or.id

)( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )(

05 April 2007

Indonesia braces for "Playboy" verdict


Photo: AFP


Jakarta (ANTARA News) - Hundreds of police with water cannon were deployed Thursday as an Indonesia court prepared to rule whether the editor of the local version of Playboy was guilty of publishing indecent material.

About 100 militant Muslims were on hand for the verdict, shouting "God is great!" and vowing "judgement our way" if Erwin Arnada was acquitted.

Prosecutors have called for Arnada, 42, to be jailed for two years in a case seen as pitting press freedom against conservative Islamic mores in the world's most populous Muslim-majority nation.

Heru Hendratmoko, the chairman of the Alliance of Independent Journalists, said he hoped Arnada would be let go in the interest of press freedom.

"I am fairly optimistic," he said, adding that the editor should not have been subjected to a criminal trial.

But the hardline Islamic Defenders Front (FPI) warned it would "declare war" against the adult magazine, which is still being published in Indonesia, if the court in Jakarta failed to jail Arnada.

"We will attack the Playboy office and sweep up copies of the magazine, which will destroy the morals of Indonesian children," Irwan Asidi, one of the Front's leaders, told AFP.

Ahead of the verdict he had said about 1,000 like-minded Muslims would be mobilised to the court for the verdict, but late Thursday morning only about 100 were present.

About 20 FPI members were inside the courtroom itself as a panel of judges began reading the verdict.

"Playboy destroyed the mentality of the Indonesian generation. We have to fight against them. Islam not only protects Muslim followers but also non-Muslim," FPI member Abdul Khodir said.

"We are going to do judgement our way," if the editor is acquitted, said Muhammad al Khaththath, the secretary general of Forum Umat Islam, an umbrella group containing FPI and other hardline organisations.

Local police chief Donny Sabardi said 665 police officers had been mobilised, including members of a paramilitary brigade who arrived with water cannon.

Arnada's lawyer Ina Rachman said she hoped the court would rule objectively despite the protests.

"I hope the judges will take a decision independently and free from third-party influences. We all know that the FPI has threatened all parties, including the judges and myself," she told AFP.

Prosecutors said Arnada had upset society and damaged Indonesia's morals.

The charge of publishing indecent material carries a jail term of up to 32 months.

Arnada has argued that Playboy Indonesia does not publish photographs of naked women or do anything illegal. (*)


http://www.antara.co.id/en/arc/2007/4/5/indonesia-braces-for-playboy-verdict/

Antara - 04/05/07 11:57


)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

04 April 2007

Jangan bikin petisi anti FPI!


sohib-sohib ana dari FPI lagi beraksi

Assalamu'alaikum wr wb,

Ana sungguh heran bin takjub. Kenapa banyak kaum durhaka dan kafir tidak menyukai FPI? Padahal FPI adalah tameng bagi perjuangan Islam untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Dalam berjuang mereka begitu tegas tak pandang bulu. Penampilan mereka begitu bersahaja dan santun dengan busana seperti dikenakan oleh para sahabat Rasulullah.


Dipimpin oleh sohib ana bernama Habib Riziek, tujuan utama FPI adalah ingin menyadarkan umat manusia untuk kembali ke jalan Allah dan tidak melanggar aturan dan norma-norma Islam seperti diajarkan oleh Rasulullah.

Untuk itu, dengan tegas ana menolak keberadaan petisi ini:



http://www.petitiononline.com/noFPI/petition.html

To: DPR Republik Indonesia

FPI (Front Pembela Islam) has violate many laws in Indonesia.

They carried weapons but no police dare to capture them.

They destroy a lot of legal cafe but no police dare to touch them.

They spoke in the name of God but their hand is full of blood.

For the unity of Indonesia, Disband FPI!

Sincerely,

The Disband FPI! Petition to DPR Republik Indonesia was created by and written by Erlangga Budiman (erlangga.budiman@gmail.com). This petition is hosted here at www.PetitionOnline.com as a public service. There is no endorsement of this petition, express or implied, by Artifice, Inc. or our sponsors. For technical support please use our simple Petition Help form.



Siapa yang berani-beraninya mengisi petisi tersebut di atas, sudah dijanjikan oleh Allah SWT untuk masuk Neraka Jahanam!

Mari kita rapatkan barisan....


Wassalamu'alaikum wr wb,


INDONEBIA
ana doyan petis tapi tidak suka petisi


)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(