31 March 2007

Fenomena tulisan Allah yang akhir-akhir ini bermunculan


allah


Assalamualaikum Pak Ustadz yang dirahmati Allah,

Akhir-Akhir ini banyak pemberitaan munculnya lafal Allah di berbagai kejadian. Mulai dari jilatan api di Lapindo, pohon yang membentuk lafal Allah di pekan baru hingga bulu kucing yang terdapat lafal Allah di Tangerang.

Pertanyaan saya:

1. Apakah fenomena itu memang kuasa dari Allah agar kita selalu mendekatkan diri kepadaNya?

2. Ataukah hanya kerjaan makhluk-makhluk diluar manusia yang menginginkan kemusyrikan? Sebab bukan tidak mungkin pohon atau kucing tersebut akan dicari-dicari orang untuk dimintai keberkahan maupun hal musyrik lainnya.

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaykum warrahmatullahi wabarokatuh.

Fanny Tirtasari
fanny_tirtasari@eramuslim.com

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Fenomena seperti itu memang sering kali kita temui. Misalnya pohon-pohon yang kalau dilihat dari sudut pandang tertentu akan membentuk tulisan mirip lafdhul-jalalal, Allah. Atau juga yang konon muncul pada jilatan api lumpur Lapindo baru-baru ini.
Pertanyaannya, pertanda apakah semua ini? Apakah ada isyarat tertentu dari
Allah SWT, ataukah peristiwa alam biasa yang terjadi secara kebetulan? Maka diskusi kecil di warung kopi pun tidak sepi dari perbincangan ini. Termasuk di milis dan di forum ustadz menjawab ini.

Buktinya, anda telah mengirim pertanyaan ini dan kami - mau tak mau - harus menanggapinya. Kami jadi teringat semasa kecil umat Islam heboh mendengar berita bahwa Neil Amstong mendengar adzan di bulan saat mendarat tahun 1968. Konon, menurut
berita itu, saat mendengar pertama kali, Amstrong belum tahu bahwa suara asing yang didengarnya itu adalah suara panggilan shalat umat Islam.

Berita ini kontan mendapat sambutan luar biasa di tengah umat Islam. Para ustadz dan penceramah asyik mengangkat fenomena ini dalam berbagai kesempatan. Intinya, bahwa semua itu pertanda bahwa Islam adalah agama yang benar. Tapi sayangnya, terakhir tersiar kabar konfirmasi bahwa berita itu sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak suka pada umat Islam. Dan kemudian Amstrong sendiri yang menampik berita bohong itu.

Duh, kasihannya umat Islam, mudah sekali dipermainkan orang. Fenomena munculnya tulisan Allah SWT ini perlu kita cermati secara teliti dan hati-hati. Sebab kemudahan rekayasa di zaman digital ini sangat mudah dilakukan, meski bukan berarti kita menuduh semua itu adalah rekayasa komputer. Tapi yang perlu kita pertimbangkan adalah seberapa besar nilai positif dan produktif yang kita dapat dari semua penampakan itu? Apakah kalau ada kucing yang bulunya bertuliskan Allah, lalu umat Islam semakin rajin shalat dan ibadah? Apakah kalau api di Lapindo secara kebetulan
ditangkap kamera dan bertuliskan Allah, lalu umat Islam berhenti dari melakukan
maksiat, korupsi dan berbuat zhalim? Apakah kalau ada susunan awan di langit
membentuk tulisan Allah, lalu keadilan bisa ditegakkan? Kalau tidak, lalu apa manfaat dari semua fenomena itu?

Sesungguhnya, tanpa harus ada tulisan lafadz Allah, pada tubuh kita sendiri m sudah lengkap tanda-tanda kebesaran Allah. Sebagaimana firman Allah sendiri:

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quraan itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushshilat: 53)

Bahkan di ayat ini, tidak disebutkan hanya pada tempat tertentu, tetapi di semua tempat, bahkan di semua diri manusia. Pada semua itu ada tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Tetapi ayat ini tidak menyebutkan bahwa tanda itu adalah berbentuk tulisan Allah. Tanda-tanda itu maksudnya adalah tanda kebesaran Allah SWT. Di mana
orang-orang yang cerdas dan tahu teknologi akan berdecak kagum atas semua
kesempurnaan ciptaan itu. Dan dari mulut mereka keluar ungkapan:

Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit
dan bumi, "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran: 191)

Namun kekaguman itu hanya berlaku buat orang-orang yang mengerti dan bisa mengambil pelajaran. Dengan memikirkan semua kesempurnaan ciptaan Allah itu, akhir para ilmuwan yang beriman akan semakin bertambah imannya. Semakin cinta dan patuh kepada Allah, serta semakin kuat dalam mengejar kebahagiaan negeri akhirat. Sedangkan buat orang yang hatinya kesat dan beku, jangankan renungan tentang kebesaran Allah dan ciptaan-Nya, bahkan Al-Quran yang merupakan miracle-pun
mereka ingkari.

Jadi kesimpulannya, Allah sudah menurunkan begitu banyak tanda kekuasaannya, baik dalam bentuk ayat (tanda) kauniyah seperti fenomena kesempurnaan ciptaan-Nya, atau pun ayat Qauliyah, yaitu 6000-an ayat, 114 surat dan 30 juz ayat Al-Quran yang tak terbantahkan.

Logikanya, kalau yang 6000-an ayat itu saja diacuhkan, apalagi yang hanya tulisan lafadz Allah di awan, api, bulu kucing, pohon dan sebagainya. Tentunya, nyaris tidak menambah apa-apa.

Rawan Syirik

Selain kurang memberi manfaat yang nyata, ada sebagian kalangan yang sampai melarang kita mengangkat masalah seperti itu, karena dikhawatirkan malah akan menimbulkan masalah baru, yaitu kemusyrikan. Dan kejadian ini memang nyaris selalu membayangi. Tidak aneh kalau dikhawatirkan nanti akan ada orang yang mengkeramatkan
kucing yang bulunya bertuliskan Allah, bahkan mungkin akan mengirim sesajen, minta jodoh, minta diangkat jadi pegawai negeri atau malah minta kode buntut.

Astaghfirullahal- adhim!

Karena itu untuk amannya, sebaiknya kita lebih konsentrasi untuk mengupas ayat-ayat Allah yang lebih ilmiyah, dengan kajian yang lebih mengarah kepada keagungan Allah dalam penciptaan-Nya. Dan jangan lupa pula untuk lebih sering lagi mengupas ayat Allah yang bersifat qauliyah. Yaitu kita belajar ilmu tafsir dari para ulama yang mu'tabar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,



Ahmad Sarwat, Lc

http://www.eramuslim.com/usm/fqk/460b17de.htm


)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

Akhirnya ana temukan sejarah kakek moyang ana di Betawi!


kakek moyang ana di padang pasir

Assalamu'alaikum wr wb.

Setelah 'ngubleg-ubleg' arsip-arsip lama, akhirnya ana temukan artikel tentang
sejarah kakek moyang ana di Betawi - dituliskan oleh ukthi Ida Indawati
Khouw untuk koran The Jakarta Post.

Mohon maaf, artikelnya dalam bahasa kafir, jadi antum, akhwan wa akhwat semua, musti sedikit putar otak untuk dapat menyimaknya.

Syukron buat semua, dan Maha Suci Allah atas segala firmanNya.


Wassalamu'alaikum wr wb.


INDONEBIA
bangga akan sejarah nenek moyang!

------------------------------------------

Batavia's small Arab community made its mark

Saturday, February 24, 2001

By Ida Indawati Khouw
e-mail: idakhouw@yahoo.com

Although they never figured as prominently in the capital's history as
the ethnic Chinese, Arabs and their descendants have resided in the
city since the 17th century. Several prominent Indonesians, including
current Minister of Foreign Affairs Alwi Shihab and his predecessor
Ali Alatas, are of Middle Eastern descent. This is the 74th article in
our series on Old Batavia.

JAKARTA (JP): When people in Batavia, now Jakarta, needed to borrow
money in the past, they had options other than banks.

They often went to moneylenders in the Arab community, who were known
as prudent in managing money and for their acumen in trade and
business.

The community settlement, Pekojan, in the present downtown Kota area,
came into being 300 years ago and a thriving community lived there
until the 20th century.

Pekojan was named for Koja (Moors), as immigrants from Gujarat in
western India were originally called.

Some of their heritage, in the form of the oldest mosques in the city,
remain to this day, namely the Al-Anshor mosque, probably dating back
to 1648, and Kampung Baru and Annawir mosques, both of which were
erected about 1750.

Another legacy is Langgar Tinggi, a raised prayer house.

Unfortunately, population counts during the era of the Dutch East
Indies Company seldom had a special category for Moors, let alone for
Arabs, said Huub de Jonge in his monograph A Divided Minority, The
Arabs of Batavia in Jakarta-Batavia, Socio-Cultural Essays, edited by
Kees Grijns and Peter J.M. Nas.

"After 1800, however, Arabs start to be mentioned in population
figures. At the beginning of the 19th century, about 400 'Arabs and
Moors' lived in Batavia, a number which changed little during the
following decades," de Jonge said.

Another expert on Jakarta's history, Susan Abeyasekere, said there
were never more than a few hundred Arabs in Batavia, although today
not much was known about them.

"In some way they replaced the role of Moors and Indians of previous
centuries," she said in her book Jakarta A History.

But de Jonge said that in 1885 Batavia had 1,448 registered Arab
inhabitants, while between 1900 and 1930 the Arab minority increased
from 2,245 to 5,231, comprising more than 7 percent of the total Arab
population of the Netherlands Indies.

"The census of 1930 made clear that the Arab minority had developed
into an established community. Although each year newcomers from
Hadhramaut (in Yemen) arrived in Batavia, particularly after the
opening of the Suez Canal in 1869, most of the growth was accounted
for by those born in the Indies," said de Jonge.

Adolf Heuken, in his paper Arab Landowners in Batavia, noted that
people from Hadhramaut were usually small traders who lived in Pekojan
and Krukut (West Jakarta); after improving their social status, they
usually moved to Pasar Baru and Tanah Abang, both in present-day
Central Jakarta.

The Arab population also spread to other neighborhoods like Petamburan
and Tanah Tinggi (Central Jakarta), Sawah Besar (West Jakarta) and
Jatinegara (East Jakarta).

Literature mentions that trade and money lending were their principal
ways of making a living.

Lending money, usually at an exceptionally high interest rate, was
especially popular among new immigrants, said de Jonge

"If a debtor could not pay back his debts, the creditor was usually
eager to lay his hands on the possessions left."

Arab immigrants were also famous as traders of commodities, mostly
fabrics, especially imported cotton, batik and clothing. They were
also involved in trading furniture, precious stones, perfume, leather
goods and foodstuffs.

Itinerant Arab vendors were well known for allowing customers to pay
in installments, with the profits often invested in houses, shops and
land.

Unlike the Chinese, who owned and cultivated their land, Arabs usually
leased it to others or made a profit through resales.

"The Arabs wanted to make quick profits, they didn't care about land
cultivation," said Heuken.

A few of the Arabs were among the richest people in Batavia. Moreover,
starting from the 19th century the ethnic group was the second most
important foreign Asian trading minority after the Chinese, according
to de Jonge.

In 1885 the value of real estate owned by local Arabs in Batavia
amounted to 2.5 million guilders, Several among them owned whole
estates, like Sayid Ali bin Sjahab and Bassalama, landlords of Menteng
and Kwitang Oost respectively, both in the present Central Jakarta area.

Abeyasekere wrote that among the reasons the Arabs did well
economically was apparently from the fact that by the late 18th
century several merchants in town belonged to the slave owning
business elite.

One of the richest Arabs at the end of the 19th century was Said
Abdullah bin Alwi Alatas, a third-generation immigrant, who, besides
large tracks of land, owned a foundry and machine works and imported
horses.

In about 1890 he bought the neoclassical country house that today is
the Textile Museum near Tanah Abang and Jl. K.S. Tubun in Petamburan,
still an Arab area of the city.

"(The purchase of the mansion) marked the move of wealthy Arabs from
Pekojan to Tanah Abang," Abeyasekere said.

Arabs also played a significant role in the religious field -- as
preachers or scholars -- especially the sayid (descendants of the
Prophet Muhammad).

Abeyasekere said that because they came from the Arabian peninsula,
the origin of Islam, they were highly respected as religious leaders
by local Muslims in Batavia.

A famous propagator of Islam was Sayid Abubakr bin Abdullah al-Aydrus,
a grandson of Sayid Abdullah bin Hussein al-Aydrus who was buried in
the old Luar Batang Mosque, North Jakarta.

The Jakarta Post


)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

Stasiun TV dan radio wajib kumandangkan adzan sholat lima waktu!






*Alhamdulillahhirabbil'alamin, wa sholatu wa salamu'alal asyrofil
anbiya-i wal mursalin, sayyidina, wa habibina, wa qudwatina, wa maulana Muhammad
shalallahu'alaihi wassalam*

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wahai ikhwan wa akhwat yang senantiasa tabayyun,

Mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, ana akan
segera minta kepada Abu SBY, Abu Kalla, Abu Sofyan Djalil, dan para
anggota DPR berhaluan Islam agar stasiun TV dan radio wajib mengumandangkan adzan
sholat lima waktu (subuh, dzuhur, ashar, magrib, ishaq). Selama ini
kan yang pakai tayangam bergambar cuma ajakan untuk sholat magrib sahaja.

Kalau perlu, provider telepon seluler macam XL, Telkomsel,
dan Satelindo juga diwajibkan pasang suara saat adzan. Sehingga ponsel
antum semua akan lebih Islami. Tujuannya tentu sahaja agar umat Islam
tak lupa untuk sholat. Syukur-syukur, ada kaum kafirun yang lalu berminat
untuk menjadi mualaf setelah dengar adzan yang berkumandang. Apalagi di kota-kota
besar ana amati, banyak karyawan kantoran yang melalaikan kewajiban
sholat.

Apabila ada stasiun TV dan stasiun radio yang bandel tak menayangkan adzan sholat lima waktu, ana dan sohib-sohib ana yang tersebar dimana-mana, tak segan-segan untuk
mengajak FPI, FBR dan kelompok Islami lainnya untuk berdemo dan 'nggerudug' kantor mereka.

"Ya Allah tolonglah kami memerangi kemaksiatan dalam diri kami, dalam keluarga kami dan dalam lingkungan masyarakat kami. Ya Allah tunjukilah bahwa yang haq itu adalah haq dan berilah kekuatan untuk selalu memegang teguhnya. Dan berilah petunjuk untuk melihat yang bathil itu bathil serta berilah kekuatan untuk menghindarinya....."

Wahai saudaraku bersatulah, demi Allah, bersatulah. Mari kita rapatkan barisan!

Maha suci Allah dengan segala firmanNya!

*Jazakumullahu khairan katsira*

Wassalammu'alaikum wr wb



INDONEBIA (Indonesia-Arabia)
Pendukung tegaknya Syariat Islam di Indonesia!



)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

Jangan minum Coca Cola bikinan Amerikun nan kafirun!


jangan tenggak coca-cola!


*Alhamdulillahhirabbil'alamin, wa sholatu wa salamu'alal asyrofil
anbiya-i wal mursalin, sayyidina, wa habibina, wa qudwatina, wa maulana Muhammad
shalallahu'alaihi wassalam*

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wahai ikhwan wa akhwat yang senantiasa tabayyun,

Ana dan warga Indonebia lainnya yang tersebar dan berkiprah dimana-mana,
ingin kasih maklumat maha penting. Mulai detik ini hingga akhir hayat,
umat Islam janganlah lagi minum Coca Cola! Minuman ringan pelepas dahaga itu
adalah simbol kafir Barat yang dipenuhi kaum dajjal. Coca Cola itu minuman
setan yang formulanya berasal dari Amerikun nan kafirun. Itu minuman musti
kita jauhi kalau mau selamat dunia dan akhirat!

Sekali ente tenggak itu minuman yang formulanya dirahasiakan, bisa lupa segalanya. Kalau keseringan minum Coca Cola ente bisa lupa ngaji, lupa sholat, lupa tutup aurat, lupa anak bini, dan bisa lupa daratan! Coca Cola itu ibarat pelacur yang bebas berzina: dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Tak heran, kalau ente jalan-jalan ke mal dan nongkrong cafe-cafe, peminum Coca Cola kebanyakan adalah kaum ferempuan yang pamer udel dan pria-pria urakan yang begajulan. Mereka adalah orang keblinger yang mengagung-agungkan budaya Barat, tapi lupa pada akarnya sebagai orang Timur. Mereka adalah generasi MTV yang doyannya cuma berhura-hura sahaja. Mereka hobinya cuma dugem, jadi sudah pantas kelak mereka bakal masuk ke neraka jahanam.

Mereka tak berpikir, sekali tenggak sebotol Coca Cola artinya mereka telah menyumbang sekian dollar kepada perekonomian Amerikun nan kafirun. Berkali-kali minum Coca Cola, ente semua bisa kecanduan, lantas bisa berubah jadi kafir. Ente yang tadinya demen qasidahan tiba-tiba pengen jingkrak-jingkrak di diskotek. Ente
yang tadinya gemar mengaji tiba-tiba bawaannya tiap malem pengen nongkrong di cafe. Ente yang tadinya berjilbab tiba-tiba pengen pakai tank top dan u can see dengan rambut yang dicat warna-warni. Menyeramkan bukan dampaknya? Apalagi kalau ente sudah koit, di surga tak bakalan bisa didapatkan Coca Cola, yang ada aliran sungai anggur dan arak yang tak memabukkan. Mangkanya ana kasih maklumat agar mulai detik ini jauhilah minuman-minuman asal Amerikun nan kafirun itu.

Adalah tepat langkah beberapa daerah yang bakal memberlakukan jam malam bagi kaum ferempuan. Tujuannya amat mulia, agar kelak tak ada lagi ferempuan-ferempuan
nakal gentayangan di tengah malam menunggu oom-oom senang buaya darat.
Tak ada lagi 'jablai' dan 'ciblek' berkeliaran mencari belaian lelaki hidung belang demi kenikmatan sesaat. Semoga aturan ini dapat diterapkan di seluruh wilayah negeri. Kalau begini, bukankah negeri berjuluk INDONEBIA seperti ana idam-idamkan bakal terwujud sebentar lagi?

Beberapa bulan lalu, akhwan ikhwan dari PKS - satu-satunya parpol pilihan ana - sepakat berseru untuk memboikot produk-produk asal Barat. Coca-Cola, Pepsi, Seven Up, Sprite, McDonald's, KFC, Marlboro, tentu saja termasuk di dalamnya. Namun langkah pemboikotan itu agaknya gagal. Coca Cola dan kawan-kawannya tetap saja laku di pasaran, apalagi sekarang lagi musim kemarau yang puanasnya bukan main. Ana sahaja sampai kegerahan. Bahkan, di bulan puasa pun, ana liat cukup banyak kaum Muslim nenggak Coca Cola di siang hari bolong, glegek glegek glegek. Padahal bini di rumah tahunya laki'nya itu puasa karena ikut makan sahur. Sepulang dari kerja, si laki lalu pura-pura pasang muka loyo dan ikut berbuka puasa bersama keluarga.

Allah SWT agaknya belum memberikan mukjizat kepada kita semua. Namun ana yakin Allah akan memberikan jalan yang terbaik bagi umatNya. Karena pemboikotan tak berhasil alias 'gatot' (gagal total), nah, kampanye selanjutnya adalah dengan menyebarkan kabar-kabar yang bakal bikin Coca Cola dan kawan-kawannya sempoyongan. Salah satunya adalah melempar isu bahwa minuman cola sebagai penyebab tulang keropos. Agaknya isu ini untuk membalas isu dari kaum kafirun yang bilang bahwa memakai jilbab itu bikin tulang cepat keropos karena tak terpapar sinar matahari pagi
secara langsung.....

Berikut, lihat di bawah, ana lansir berita dari situs hidayatullah.com, bacaan utama ana sebelum ke peraduan.

Maha suci Allah dengan segala firmanNya!

*Jazakumullahu khairan katsira*

Wassalammu'alaikum wr wb

INDONEBIA (Indonesia-Arabia)
Pendukung tegaknya Syariat Islam di Indonesia!



===============================================================

Postingan dari sohib kental ana, Abu Wido Q. Supraha, di milis PKS:

In partai-keadilan-sejahtera@yahoogroups.com, "Wido Q Supraha" wrote:

Minum Cola Bikin Tulang Keropos

Ini peringatan bagi Anda yang masih gandrung minuman ringan, "Cola".
Hasil studi, minum "Cola" bikin tulang keropos. Sebelumnya di India,
bercampur pestisida

Hidayatullah.com -- Hmm...minum cola dingin di siang hari yang terik
pasti menyegarkan, apalagi sesuai beraktivitas. Tapi tahukan Anda jika
kebiasaan minum cola setiap hari akan membuat tulang keropos terutama pada
wanita, seperti riset terbaru yang dilakukan Tufts University dan dilansir
healthday, Sabtu (07/10/06).

Dalam laporan di American Journal of Clinical Nutrition, para ilmuwan
menyebutkan cola sama sekali tak memberikan keuntungan bagi kesehatan
wanita, karena cola terbukti bisa menurunkan densitas (kepadatan)
tulang.

Pemimpin peneliti Katherine Tucker, Director of the Epidemiology and
Dietary Assessment Program dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Research
Center on Aging, menyatakan; "Cola bukan jenis minuman baik bagi wanita, karena
terbukti bisa menurunkan kepadatan tulang. Mereka yang mengkonsumsi
cola setiap hari beresiko mengalami penurunan masa tulang, dibanding
mereka yang hanya meminumnya sekali seminggu. Untuk mencegah osteoporosis
(kerapuhan tulang) dini, cobalah mulai mengganti cola dengan minuman lain yang
lebih menyehatkan."

Seperti diketahui cola sendiri adalah minuman populer di dunia,
sementara osteoporosis dialami sekitar 55 persen penduduk Amerika, terutama
kaum wanita.

Dalam studi ini, ilmuwan menganalisa data medis dari 2.500
partisipan yang usianya tak lebih dari 60 tahun dan menganalisa kepadatan tulang di
tiga area tulang pinggul, dan tulang belakang.

Hasilnya, wanita yang minum cola secara rutin (empat cola per
minggu), memiliki kepadatan tulang lebih rendah dibanding mereka yang
menghindari meminum cola. Sementara itu mereka yang minum cola setiap hari
mengalami penurunan kepadatan tulang sampai empat persen dibanding mereka yang
tak mengkonsumsi cola.

Menariknya, dalam studi ini cola tak memberikan banyak efek buruk
pada kepadatan tulang pria. Namun sampai saat ini tim masih meneliti
alasan kenapa minuman berkarbonasi ini hanya mempengaruhi kepadatan tulang
pada wanita.

Dalam hal ini diet cola memiliki efek sebanding dengan cola reguler,
namun cola decaffeinated (tanpa kandungan kafein) tak memiliki efek pada
densitas tulang. Kesimpulannya, kafein pada cola adalah penyebab utama
naiknya resiko osteoporosis pada wanita.

Dr. Mone Zaidi, Director of the Mount Sinai Bone Program at Mount
Sinai School of Medicine, New York City dalam dukungannya terhadap riset
yang dilakukan Tufts University mengatakan; "Keterlibatan kafein dalam
penyerapan kalsium menyebabkan terhambatnya susunan pembentukan mineral tulang.
Jika kebiasaaan mengkonsumsi cola di usia muda terus dilakukan, bukan tak
mungkin mereka akan mengalami osteoporosis sebelum mencapai menopause.

Padahal di usia 30-an, tubuh lebih banyak membuang kalsium dibanding
menyimpan, apalagi kehilangan tulang akan terus terjadi secara
bertahap di usia 40- 50 tahun. Selain itu setiap orang akan mengalami masa
pengeroposan tulang yang datangnya variatif. Hal itu sangat wajar, mengingat
adanya metabolisme tubuh, sementara kalsium sendiri akan hilang melalui
kuku dan keringat, sehingga harus ada masukan kalsium, melalui makanan.
Karena itu kampanye minum susu atau makanan tinggi kalsium sejak usia muda
sangat perlu dilakukan, untuk mencegah tulang keropos.

Bulan Agustus lalu, pemerintahan India resmi melarang Coca-Cola dan
Pepsi karena diitengarai telah mengandung bahan pestisida berbahaya.[hld/kpl/cha]

Source: http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content


)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

FLP, underbouw PKS, bikin acara di Depok

Peluncuran Buku, Ultah Bersama Helvy Tiana Rosa, Sulaiman Tripa dan D. Kemalawati

D. Kemalawati, Helvy Tiana Rosa dan Sulaiman Tripa---tiga penulis berdarah Aceh--- akan meluncurkan buku terbaru mereka, Senin, 2 April 2007. Ketiga buku tersebut adalah: Seulusoh (novel), Tanah Perempuan (drama) dan Menangnya Kekalahan (kumpulan esai). Karya ketiga sastrawan yang lahir pada tanggal 2 April tersebut akan dibahas oleh Ahmadun Y. Herfanda. D. Kemalawati dan Sulaiman Tripa juga akan berbicara mengenai perkembangan sastra Aceh kontemporer.

Acara gratis dan terbuka untuk umum, dimulai pukul 15.30-18.00 bertempat di Rumah Cahaya Forum Lingkar Pena, Jl. Keadilan Raya no 13 Depok Timur. Telp 021-7712100.

Acara ini terselenggara atas kerjasama FLP Depok dan Lapena

Dapatkan buku Rahasia Cowok Yang Nggak Cewek Tahu (Lingkar Pena Publishing) Karya Koko Nata dan Denny Prabowo di:

http://kokonata.multiply.com



)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(