27 March 2007

Allah SWT memang maha dahsyat!

Maha menakjubkan, si belang berlafalkan Allah!


Allah memang Maha Menakjubkan! Kini lafal Allah muncul di bulu si belang, alias kucing.

Namun ana juga was-was, jangan-jangan nanti ada kaum kafirun yang merekayasa, seolah-olah lafal Allah muncul di bulu seekor anjing dan kulit babi - dua binatang yang menjadi musuh umat...


wassalam,


INDONEBIA

--------------------------------------

VideoNews - Si Belang Berlafalkan Allah

Durasi: 0.95 menit
Reporter: Gagah Wijoseno
Kameramen: Gagah Wijoseno

Seekor kucing bernama si Belang menjadi perhatian warga Ampera Poncol, Tangerang, Banten, Rabu (28/3). Penyebabnya adalah bulu lembut di tubuh si Belang membentuk lafal Allah.



http://tv.detik.com/index.php?fa=content.main&id=TURjd016STVPREV6SXpJd01EY3ZNRE12


______________________________________________

Pohon berlafal 'Allah' hebohkan warga Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikcom

Pekanbaru - Pohon bertuliskan lafal Allah dalam bahasa Arab membuat heboh. Masyarakat Pekanbaru pun berduyun-duyun menyaksikannya.

Sebatang pohon akasia yang telah kering setinggi 5 meter berdiri tegak di atas rerumputan di Jl Sembilang Indah, Kelurahan Tangkerang, Pekanbaru. Lokasi itu masih sepi dari rumah penduduk. Di situlah, pohon akasia ini menjadi tontonan warga.

Menjadi hiburan tersendiri, karena pohon ini sekilas terlihat lafal 'Allah'. Pohon itu memiliki tiga cabang utama. Masing-masing cabang masih terlihat ranting-ranting kecil. Tiga cabang ini masing-masing sebelah kiri, tengah dan kanan.

Di ketiga cabang inilah, ada kalimat Allah. Bila dilihat, bentuk cabang dan ranting pohon itu sebenarnya tidak ada kaitan dengan lalaf Allah. Melainkan kalimat Allah itu terlihat dengan jelas, karena ada rumput yang menjalar sampai ke pucuk ranting.

Rerumputan ini menjalar dari bawah batang pohon yang selanjutnya menjalar dari cabang yang satu ke cabang yang lain. Menjalarnya rumput liar inilah yang membentuk kalimat Allah.

Dan kini, pohon akasia menjadi hiburan warga di sekitarnya. Masyarakat di Pekanbaru pun menjadi heboh. Saat detikcom mendatangi lokasi, Selasa (27/3/2007), warga terlihat mengabadikan pohon kalimat Allah itu dalam HP-mereka.

Walau sinaran matahari begitu panas, warga tidak surut untuk melihat secara dekat pohon tersebut. Mereka berdecap kagum atas rerumputan yang membentuk lafal Allah itu. "Mungkin dunia ini sudah mau kiamat ya," ujar Uni Wati (34), seorang ibu rumah tangga di lokasi itu.

Melihat antusiasnya masyarakat untuk menyaksikan pohon tersebut, Uni Wati pun, memanfaatkan untuk berjualan. Dia menggelar dagangan buah-buahan serta air mineral dalam kemasan.

Tak cuma itu saja. Pemuda setempat juga membuat lahan parkir kendaraan bagi warga yang akan melihat pohon tersebut. Kendati dipungut biaya parkir, mereka tidak mematok harganya. Sebab, biaya parkir yang mereka minta dari pengunjung dikumpulkan dalam bakul untuk sumbangan masjid.

"Masjid kami masih butuh dana untuk perbaikan. Jadi biaya parkir ini bukan untuk kami, melainkan disalurkan ke masjid," ungkap Adi Rahmad, salah seorang pengelola parkir.(cha/asy)

------------------

Berita terkait dengan pohon berlafal ALLAH:

Di Sekitar Pohon Lafal 'Allah' Tercium Bau Harum

Chaidir Anwar Tanjung - detikcom

Pekanbaru - Di lokasi pohon akasia yang bertuliskan kalimat Allah dalam bahasa Arab sempat tercium bau harum yang sangat menyejukkan. Sayangnya, wewangian itu kini tidak tercium lagi.

Pohon bertuliskan Allah ini, sebenarnya ditemukan warga pada Minggu akhir pekan lalu. Saat ditemukan itu, hanya warga di Jl Sembilang Indah, Tangkerang, Pekanbaru yang menyaksikannya.

"Ketika warga di daerah kami ini menyadari adanya pohon bertuliskan Allah, kami pun ramai-ramai melihatnya. Dan saat itu sangat jelas sekali di sekitar pohon ini memunculkan wewangian," kata Amri (50).

Dia menjelaskan, di hari pertama di temukannya pohon itu, setidaknya dalam sehari bau harum muncul sebanyak 5 kali. Tidak tahu pasti dari mana munculnya udara harum tersebut.

"Tapi kami yakin, wewangian yang muncul di lokasi ini, tidak terlepas dari pohon aneh ini. Kami yakin, bau harum itu masih ada kaitannya dengan kalimat Allah yang ada di pucuk pohon akasia itu," terang Amri orang yang bekerja mencari kayu di lokasi tersebut.

Warga yang lainnya juga merasakan hal yang sama. Rini, misalnya, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) kepada detikcom, Selasa (27/3/2007) mengakui dia sempat mencium udara harum di lokasi itu. Namun dia tidak bisa menjelaskan, seperti apa bau harum yang dipancarkan dari lokasi pohon bertuliskan kalimat Allah tersebut.

"Pokoknya di lokasi ini sempat terciuam udara yang cukup harum. Dan harumnya tidak menyengat seperti parfum," terang Rini yang memakai jilbab warna merah itu.

Namun memasuki hari ketiga sejak ditemukannya pohon aneh itu, kini bau harum tidak lagi tercium. "Anehnya, setelah banyak orang yang menyaksikannya, bau wewangian itu tidak tercium lagi. Yang ada malah bau keringat orang yang hilir mudik menyaksikan pohon itu," kata Rini sembari tersenyum.(cha/djo)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/27/time/135526/idnews/759306/idkanal/10


DetikCom - 27/03/2007

___________________________________________

Allah SWT menganugerahkan kreativitas hanya kepada umat Muslim sahaja!


Assalamu'alaikum Wr Wb.


Tak perlu disangkal dan diperdebatkan lagi, Allah SWT telah menganugerahkan kreativitas hanya kepada umat Muslim sahaja. Tetangga ana yang kafir sahaja mengakui kelebihan dan kehebatan umat Islam tersebut, karena hal itu sungguh susah untuk dibantah.

Antum yang masih penasaran pasti bertanya-tanya: "Apa iya begitu?"

Ana jawab dengan tegas: "Ya, memang begitu adanya....."


Umat Islam bisa begitu kreatifnya karena selalu diuji dan disayangi oleh AllahSWT, salah satunya dengan menghadapi kejadian-kejadian ghaib, ganjil dan juga penampakan-penampakan. Itulah ujian dari Allah Yang Maha Sempurna agar kita selalu menyembah kepadaNya sahaja. Beberapa tahun lalu pernah ditemukan kerangka manusia raksasa di Timur Tengah -- pada sebuah ladang minyak. Temuan ini memperkuat bahwa kisah manusia raksasa yang termuat di kitab suci memang benar adanya. Menyusul munculnya kepulan asap di Porong yang membentuk sebuah tulisan berlafazkan"ALLAH". Bahkan kejadian itu sempat dijepret dengan sebuah kamera digital oleh sohib ana yang kader PKS. Hanya sosok yang percaya Allah sahaja yang bisa menyaksikan kejadian langka itu. Orang-orang kafir tentu sahaja tak bisa menyaksikannya.


Lalu muncul beberapa kejadian dimana pernah ditemukan pepaya berlafazkan "ALLAH", juga muncul lafaz "ALLAH" pada jeruk bali, goresan asma ALLAH awan di Aceh saat sebelum terjadinya tsunami, lalu di Padang, dan ternampaknya asma ALLAH pada awan yang menggantung di kota Jogja kala dilanda angin topan.


Terakhir adalah temuan sayur terong yang juga berlafazkan Allah saat dibelah. Bahkan foto dan beritanya sempat tayang di Detik News. Ana sungguh bangga. Kini news portal ternama ini kian rajin sahaja mengabarkan berita-berita positif tentang Islam.

Berikut linknya:



Pecel Lele Berbuah 'Terong Ajaib'


Lupakan sejenak berita banjir. Kita lirik dulu kisah 'terong ajaib' dari Klender, Jakarta Timur, ini. Belakangan ini beredar dari milis ke milis 'terong ajaib' dari Kampung Lio, Klender, Jakarta Timur.


Maha suci Allah dengan segala firmanNya....


Wassalamu'alaikum wr wb,




INDONEBIA
Pendukung tegaknya Syariat Islam di Indonesia


=============================================
TANGGAPAN PEMBACA
Debbie Sumual-Patlis, USA
Pepaya, jeruk bali, sayur terong...
Huahahaha....

Emang pas bener judul postingannya: "kreativitas"!
Wahahaha...

Cant stop laughing.
Besok2 jengkol, kluwek, sekalian aja pas "belah duren".

=============================================

Abu Dani, cawagub DKI versi ana dan antum semua


abu dani, cawagub DKI versi PKS

Assalamu'alaikum wr wb,

Ayo kita rame-rame coblos Abu Adang - Abu Dani sebagai pemimpin ummat, agar Jakarta kian menghijau! Ijo royo-royo, itulah cita-cita kita semua!


Kita berantas para koruptor hingga ke akar-akarnya. Tegakkan Syariat Islam dengan memotong tangan mereka!

Kita bersihkan tempat-tempat maksiat! Usir para WTS, waria, gigolo, tante girang, oom senang, jablai, dan para penjahat kelamin lainnya!

Kita tangkapi para penjudi, pezina, pemabuk, dan pemadat. Lalu beri hukuman seberat-beratnya!

Kita bangun sejuta masjid! Galakkan kampanye 1 RT 1 masjid!

Kita tangkapi para perempuan yang pamer aurat di sembarang tempat!

Kita jadikan hari Jumat sebagai hari libur untuk seluruh wilayah DKI!

Kita canangkan gerakan bebas buta baca Al-Quran!

Kita berlakukan jam malam bagi kaum perempuan agar tidak keluar rumah pada malam hari!

Kita galakkan kampanye anti merokok! Merokok itu haram!

Kita larang warga Jakarta dan sekitarnya untuk memelihara anjing dan babi!

Kita pilih para pemimpin dari mulai tingkat RT hingga Gubernur hanya untuk umat Muslim sahaja!


Wassalamu'alaikum wr wb


INDONEBIA
Pendukung bersih-bersih kota Jakarta!

Sebagian kader PKS tak setuju majelis taklim masuki ranah politik sesaat


banner situs adang


Senin, 19/03/2007 15:52 WIB

1.300 Majelis Taklim rapatkan barisan demi Adang-Dani
Ahmad Dhani - Okezone

JAKARTA - Perhelatan Pilkada DKI Jakarta yang hanya tinggal dalam hitungan bulan, membuat masing-masing partai pengusung calon gubernur mulai pasang kuda-kuda. Salah satunya, PKS yang mengusung Adang Darajatun-Dani Anwar.

Tidak tanggung-tanggung, 1.300 majelis taklim pun siap dirapatkan untuk menyukseskan Adang-Dani menuju kursi DKI 1. "Kemarin kita berkumpul dengan seluruh kader akhwat (wanita) PKS se-DKI Jakarta untuk konsolidasi," kata Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS DKI Jakarta Rifkoh Abriani dalam perbincangan dengan okezone, Senin (19/3/2007).

Menurut Rifkoh, koordinasi ibu-ibu majelis taklim di bawah bendera Forum Silaturahmi Tokoh Agama (Forsitma) ini sudah menyiapkan strategi khusus guna mendekati pemilih dari kaum hawa. "Selain majelis taklim, kita juga membidik ibu-ibu rumah tangga," jelasnya.

Rifkoh mengaku tidak khawatir dengan munculnya beberapa organisasi majelis taklim yang menjadi kepanjangan tangan partai politik selain PKS. "Saya rasa kita berbeda. Kalau kita sudah membina hubungan sejak lama, sekitar tiga tahun lalu. Jadi, kedekatan emosional dan struktural sudah terjalin," tegas Rifkoh. (ahm)

http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=8766&Itemid=67

_____________________________________________

TANGGAPAN PARA KADER PKS

Dedy Yusahardi e: dedy_yusahardi@yahoo.com

Ane setuju bahwa "majelis taklim adalah majelis mulia untuk menuntut ilmu, bukan menjadi sarana berpolitik"

Sayang sekali...

----------------------------

Handhika Ramadhan e: isaacnewtonid@yahoo.com

Naah kan....akhirnya majelis taklim, majelis mulia tempat menuntut ilmu al Quran, cuma jadi wadah untuk tujuan politik sesaat......

I'm getting "confused" again now......ini dakwah menunggangi politik....atau justru politik menunggangi dakwah???

----------------------------

Karaengta e: kiky09@yahoo.com.sg

Salam Hormat,

Apapun bidangnya asal niatnya hanya untuk Allah SWT, Insya Allah itu bernilai Ibadah. Mau ekonomi, mau budaya mau politik no problem ...

Ummat Islam harus mengembangkan potensinya di segala bidang, dan semua yang ada di bumi ini adalah kendaraan untuk menjadi sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang ada disekitarnya. Amin Ya Rabbal Alamin ...

tabe di'


-----------------------------------

Nurcahyo e: nurcahyo@humeconcrete.com

Kembali ke laptop.....

Kalo kemaren2 ada pentolannya partai moncong putih yang koar2 bahwa pilkada
dki kali ini adalah perang ideologis antara islam dan non islam (bahasa
kasarnya gitu), ya sudah saatnya mereka menuai 'badai' dari ucapannya itu.
Jangan heran kalo majelis taklim-majelis taklim jadi tambah semangat ngedukung yang Islam.

Kecuali nih, kecuali ya, judul beritanya : "1.300 Majelis Taklim Rapatkan
Barisan Demi Majalah Playboy", baru deh kita bisa bilang, "Sayang sekali."

------------------------------

Hendra e: array064@gmx.net

Bagi yang masih menggunakan pola pikir "sekularisme', tentu akan menyayangkan majelis taklim digunakan untuk politik. Karena dalam pola pikir sekularisme, politik dan agama tidak boleh bersatu, agama bahkan tidak boleh mengurusi pemerintahan.

Tapi kalau kita menggunakan pola pikir bahwa Islam itu menyeluruh, mengurus segala aspek kehidupan, ekonomi, sosial, politik, iptek, budaya, dll, maka dukungan majelis taklim untuk Adang-Dani adalah sebuah keniscayaan. Karena Adang-Dani diusung oleh PKS yang menjadikan dakwah (baca: Islam) sebagai panglimanya. Tanpa diminta, mereka yang di majelis taklim akan mendukung mereak (baca: mendukung nilai-nilai kebenaran,
dari mana pun asalnya), untuk membangun Jakarta sebagai kota bisnis yang bermoral.

Wassalam,

hendra
www.hdn.or.id

--------------------------

Eddy e: eddy@mucglobal.com


Kebaikan dan keburukan itu ada tempatnya masing-masing. Orang pakai mobil digunakan menuju tempat maksiat ataupun masjid. Semua tergantung kepada niat orangnya dan tolok ukur akhlaqnya, mau apa dia dan dihatinya ada apa..

Itulah yang menjadikan mereka berbeda dimata Allah.

Kalau PKS menggunakan majelis taklim-majelis taklim untuk menguatkan dukungan pada kebaikan, saya kira halal-halal saja, dan saya yakin Allah ridha dengan strategi PKS. Sebagai partai dakwah, pasti PKS juga punya strategi untuk mengajak orang-orang yang telah berkumpul dalam majelis kebaikan memperkuat kebaikan dalam mengelola kehidupan bernegara.

Sebutan "dakwah menunggangi politik ataupun politik menunggangi dakwah" itu ada karena sebelumnya orang-orang islam kurang faham dengan urusan
hidupnya. Seolah urusan agama bagi seorang muslim hanya ada pada lahir, khitan,
nikah dan mati. Dan itu juga telah dikondisikan sejak jaman kita dijajah.

Hati ente juga membenarkan kok, kalau hingga sekarang tidak membenarkan, tentunya ada sesuatu yang keliru.

---------------------------

Ritonga Pardomuan e: pritonga@deloitte.com


Politik itu juga ilmu, kawan.....


---------------------------



)|( -= Kokohkan Diri - Layani Ummat =- )|(

Ana menangis tersengguk-sengguk.....

Antar Jenazah Habib Abdurrahman Assegaf, Ribuan Motor Masuk Tol Jagorawi

Sylvester Dhandy - Okezone

JAKARTA - Ribuan motor pengantar jenazah Habib Abdurrahman bin Ismail
Assegaf masuk ke jalan tol Jagorawi. Akibatnya, iring-iringan yang sepanjang
dua kilometer itu membuat kemacetan luar biasa.

Berdasarkan pengamatan okezone, Selasa (27/3/2007), ribuan kendaraan dan
mobil itu sempat memacetkan pintu tol menuju ke Bogor.

Pihak aparat kepolisian mengawal iring-iringan itu. Meski sebelumnya sempat
terjadi negosiasi alot antara aparat polisi dengan rombongan itu. Namun,
akhirnya mereka diperbolehkan masuk ke tol menuju ke Bogor.

Meski terjadi kemacetan, pihak PT Jasa Marga, hingga kini belum menutup
jalur tol yang dilalui iring-iringan. Para pengguna jalan tol memilih untuk
berhati-hati dan menunggu iring-iringan jenazah itu lewat.

Nama Habib Abddurrahman bin Ismail Assegaf mencuat saat penyerangan terhadap
kampus Mubarak, milik Jaringan Ahmadiyah Indonesia (JAI). Dia adalah Ketua
Umum Gerakan Umat Islam Indonesia, dan tinggal di Jalan Kampung Tajur Nomor
10A, Permatasari, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Habib beserta pengikutnya juga pernah menggelar aksi unjuk rasa dan berorasi
di helipad yang akan didarati rombongan Presiden AS George W Bush, di Kebun
Raya Bogor. (mbs)


Okezone - Selasa, 27/03/2007 13:14 WIB

26 March 2007

Ana tersinggung!

Assalamu'alaikum wr wb.

Ana dan sohib-sohib ana yang tersebar dimana-mana benar-benar tersinggung, kenapa masih ada orang punya pikiran seperti He-Man? Siapa dia sebenarnya, kok nampak benci sama ana dan sohib-sohib ana?

Mustinya antum semua di Indonesia berterima kasih kepada bangsa Arab, karena di zaman dulu kala nenek moyang ana telah berhasil menebarkan agama yang mulia sehingga terbukti kini bangsa Indonesia mengalami kemajuan yang sungguh luar biasa. Tanpa masuknya Islam ke Indonesia, negeri ini akan dipenuhi para pemuja berhala sahaja.
Mereka, sejak bangun tidur hingga larut malam kerjanya cuma menyembah dewa-dewa, tetapi tak mau bekerja.

Wassalamu'alaikum wr wb


INDONEBIA
keturunan arab memang golongan yang dimuliakan Allah SWT!


_____________________________________________


WNI Keturunan Arab dan Islam Radikal di Indonesia

oleh He-Man



Tragedi pemboman di Bali kembali memunculkan nama Abu Bakar Ba'asyr pemimpin Majelis Mujahiddin Indonesia yang oleh banyak negara dituding terlibat aksi-aksi terorisme di beberapa negara di Asia Tenggara.

Dalam seminar "Arab dan Islam di Indonesia Dewasa Ini" yang diselengarakan PP Muhammadiyah pada hari Rabu 9 Oktober 2002 ==>>

http://w3.rz-berlin.mpg.de/~wm/PAP/BaliBomb-2.html

Pimpinan NU dan Muhammadiyah menyatakan kekuatirannya akan aksi-aksi radikalisme Islam yang dipimpin oleh para WNI keturunan Arab di Indonesia, dari Laskar Jihad yang dipimpin Ja'far Umar Thalib, Front Pembela Islam (FPI) dipimpin Habib Rizieq Shihab, Majelis Mujahidin Indonesia dipimpin Abu Bakar Ba'asir, dan Jamaah Ikhwan al-Muslimin Indonesia dipimpin Habib Husein al Habshi. Pada masa lalu kita juga mengenal nama Abdullah Sungkar (alm) WNI keturunan Arab yang melakukan sejumlah aksi pemboman di Indonesia. Demikian juga gerakan tarbiyah yang dipimpin oleh WNI keturunan Arab yang bermukim di Bogor.

Begitu pula tokoh-tokoh kunci lapis kedua gerakan-gerakan Islam radikal di Indonesia pun mayoritasnya dipimpin oleh keturunan Arab atau orang Indonesia alumnus universitas Saudi Arabia, Presiden PK Hidayat Nur Wahid misalnya , demikian juga tokoh-tokoh lainnya seperti Ahmad Fais , Asmuni , Hambali , Aunur Rofiq Ghufran, Yazid Jawaz, Abu Haidar, Natsir Harist dll yang sebagiannya masuk dalam
daftar hitam karena dicurigai terlibat dalam aksi-aksi terorisme.

Kalau melihat sejarah pergerakan Islam di Indonesia, komunitas warga Arab sejak lama memang menganut sikap eksklusivisme yang berlebihan. Mereka menganggap ras mereka
lebih unggul dari orang Melayu. Pernikahan antara perempuan Arab dengan laki-laki pribumi sangat diharamkan. Dan di kalangan masyarakat Arab Indonesia sendiri terbagi dalam dua kelas yaitu kelas Sayyid (atau juga biasa dipanggil Habib ataupun Syarif) yang merupakan kelas "unggul" karena merupakan keturunan nabi, dan kelas "masaikh" atau kelas lebih rendah. Pertarungan antar kelas ini menimbulkan friksi keras antar warga Arab, warga Arab dari kelas Sayyid mendirikan Jamiat'ul Kheir, sementara kelas Masaikh mendirikan Al Irsyad. Dalam AD/ART Al Irsyad bahkan ditegaskan bahwa kaum Sayyid diharamkan untuk bergabung. Di kalangan para sayyid , pernikahan seorang sayyidah (perempuan sayyid) dengan non sayyid apalagi orang ajam/non Arab bisa berakhir dengan kematian.

Pada masa kekuasaan Ottoman masih jaya , kawasan Hejaz dan Hadramaut bisa dikatakan sebagai wilayah tak bertuan, walaupun secara administratif berada dalam kekuasaan orang Turki Ottoman tapi kalangan Arab disana rata-rata memiliki angkatan perang sendiri yang seringkali saling berperang antar mereka sendiri , dan imbasnya juga terjadi di Indonesia. Perang antar klan ini sedikit demi sedikit mulai menghilang paska kejatuhan dinasti Turki Ottoman.

Tapi pandangan yang menganggap ras Arab lebih unggul masih menghinggapi warga Arab di Indonesia. Masih sangat jarang terjadi pernikahan antara perempuan Arab dengan laki-laki ajam/non Arab.

Paham Islam Radikal di Indonesia

Paham Islam radikal di Indonesia sebagian besarnya berorientasi pada paham Wahaby/Salafy radikal di Timur Tengah. Gerakan-gerakan yang berdiri di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tokoh-tokoh ulama garis keras timur tengah , mereka yang menentukan hitam putihnya gerakan.

Pemilihan para tokoh pimpinan kelompok-kelompok fundamentalis biasanya ditunjuk langsung dari pusat (timur tengah) bukan pilihan dari bawah, kaum fundamentalis
dikenal sangat fanatik sehingga mereka akan 100 % menurut pada keinginan top leader mereka tanpa membantah.

Inilah yang menyebabkan kenapa WNI keturunan Arab ataupun alumnus universitas di Saudi Arabia yang selalu menjadi pemimpin gerakan-gerakan fundamentalis di Indonesia. Paham yang mengunggulkan ras Arab sangat kentara dalam gerakan-gerakan fundamentalis di Indonesia.

Paham Wahaby dikenal sangat radikal dan cenderung pada aksi-aksi kekerasan , sejarah wahaby adalah sejarah penuh darah dan peperangan , kaum wahaby dimana pun di dunia akan selalu berusaha menggunakan aksi-aksi kekerasan termasuk kepada sesama muslim demi mendapat kekuasaan. Dalam sejarah Indonesia, di Sumatera Barat aksi kekerasan kaum Wahaby yang menyebut dirinya kaum Paderi menimbulkan perang
saudara yang kemudian akhirnya dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Di Saudi Arabia sendiri kekuasaan kaum Wahaby disertai aksi teror terhadap kaum muslim penganut aliran sunni-al asy'ariyah yang bermazhab syafi'i dan maliki juga kaum syi'ah, demikian juga ketika kaum Taleban yang beraliran Wahaby berkuasa di Afghanistan , banyak warga Syi'ah yang menjadi korban pembantaian massal, begitu pula madrasah-madrasah kaum sunni-maturidy yang mayoritasnya bermazhab hanafi banyak yang dihancurkan.

Jadi aksi kekerasan dan teror memang sudah menjadi watak kaum wahaby , sehingga tidaklah terlalu mengherankan kalau kaum wahaby yang dipimpin oleh para WNI keturunan Arab di Indonesia pun sangat identik dan menyukai aksi-aksi teror
dan kekerasan baik terhadap kaum non muslim maupun pada muslim sendiri yang berbeda aliran.

Dua tersangka pemboman Bali yang bali ditangkap pun merupakan warga keturunan Arab yang bermukim di Solo. Solo dan Jogja merupakan pusat gerakan Wahaby/Salafy Indonesia yang berkiblat ke Saudi, selain juga Bogor yang merupakan basis kelompok Tarbiyah yang berkiblat pada Ikhwanul Muslimin Yordania (yang lebih radikal daripada IM Mesir).

Jadi tidaklah terlalu mengherankan kalau sejumlah negara asing mengindikasikan Bogor, Solo dan Jogja sebagai basis teroris, bahkan sejumlah negara Barat sempat melarang warganya berkunjung kesana.

Dari sini kita bisa melihat bahwa gerakan fundamentalis Islam Indonesia bukanlah gerakan lokal, tapi merupakan satu jaringan dengan gerakan fundamentalis islam dunia, dan peran WNI keturunan Arab sangat berperan besar dalam hal ini sebagai penghubung antara gerakan fundamentalis Islam di Indonesia dengan kelompok induk mereka di Timur Tengah.

penulis adalah moderator milis wanita-muslimah @ yahoogroups